WASIOR, Kabartimur.com- Massa menggeruduk Markas Polres Teluk Wondama, Papua Barat di Wondiboi, Senin (16/3) siang buntut kecelakaan lalu lintas yang melibatkan oknum anggota Polres Wondama.
Kecelakaan pada Sabtu (14/3) sore mengakibatkan YA, remaja 16 tahun asal Kampung Wondiboi meninggal dunia setelah sempat dirujuk ke Manokwari.
Keluarga korban yang tidak terima kemudian melakukan pemalangan jalan utama Wasior – Rasiei. Akibatnya sejak pukul 09.00 WIT, arus lalu lintas Wasior-Rasiei menjadi lumpuh.
Massa yang marah lantas secara spontan bergerak menuju Mapolres Teluk Wondama.Mereka menuntut polisi mengeluarkan oknum anggota Polres yang menabrak korban dikeluarkan dari tahanan.
Bentrok sempat pecah saat massa dihadang aparat di depan pintu masuk Mapolres. Massa kemudian melempari aparat dengan kayu dan batu yang kemudian disambut dengan tembakan gas air mata.
Tembakan gas air mata menyulut emosi massa hingga membuat kericuhan semakin menjadi. Polisi sampai berulang kali melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau massa.
Personel TNI dari Kodim 1811 yang turun menenangkan situasi sampai kewalahan.
Wakapolres Kompol Christian Massale tampak turun langsung menenangkan massa. Situasi berhasil dikendalikan dan massa kemudian mundur.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Teluk Wondama Elysa Auri bersama Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, Sekda Aser Waroy serta Pasi Intel Kodim 1811/TW masih melakukan negosiasi dengan keluarga korban.
Massa juga tampak masih berkumpul di lokasi pemalangan. Jalan utama dari dua sisi, utara dan selatan juga masih diblokir sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melintas. (Nday)






