DAERAH

Pesan Jenderal Wayangkau ke Anak Muda : Sekolah yang Rajin dan Jauhi Minuman Keras

 

WASIOR – Panglima Kodam XVIII Kasuari, Papua Barat Mayor Jenderal TNI Joppie Onesimus Wayangkau mendorong anak muda distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wondama untuk rajin bersekolah agar bisa memiliki masa depan yang cerah.

Pangdam Wayangkau menyatakan, hanya dengan bersekolah yang baik, anak- anak Papua termasuk di distrik Naikere yang masih banyak ketinggalan dalam berbagai aspek akan bisa maju dan bersaing dengan saudara-saudara sebangsa lainnya.

Distrik Naikere merupakan wilayah yang masih dikategorikan terpencil dan terisolir di Kabupaten Teluk Wondama. Keterisolasian wilayah membuat masyarakat asli setempat masih tertinggal dalam banyak hal dari wilayah lainnya di Wondama.

“Jadi anak-anak, adik-adik yang di kampung ini harus rajin sekolah. Walaupun kondisi kita begini, kondisi susah harus rajin sekolah. Walaupun sekolah itu punya guru dua saja kah, satu saja kah tidak apa-apa, “ kata

Wayangkau saat membuka kegiatan Bakti Sosial Peduli Kemanusiaan yang digelar Kodam Kasuari di Distrik Naikere, Kamis (7/11/2019).

Jenderal asal Serui, Papua ini mencontohkan dirinya. Sebagai putera asli Papua yang lahir dari keluarga sederhana, dia sendiri tidak pernah bermimpi bisa menjadi Panglima Kodam. Namun berkat kesungguhan menimba ilmu sewaktu masih dibangku sekolah, dia akhirnya bisa menjadi perwira tinggi TNI AD.

“Saya punya mama itu buta huruf, bapak penatua (pekerja di gereja) di kampung. Saya juga orang kampung bukan orang kota. Tapi saya sekolah dengan baik. Jadi kitong harus sekolah karena itu bekal buat kita. Supaya kita bisa maju, kita bisa keluar dari kesulitan yang kita alami di kita punya daerah. Saya yakin ini ke depan kalau sekolah ini bisa lancar kita bisa maju,” lanjut Wayangkau.

Lulusan AKABRI 1986 ini juga berpesan kepada generasi muda Wondama agar menjauhi kebiasaan minum minuman beralkohol atau minuman keras. Sebab miras hanya akan membawa keburukan dan berakibat orang tidak bisa maju dan berkembang.

Dia mengingatkan bahwa peluang bagi anak-anak Papua untuk menjadi tentara khusus TNI AD terbuka lebar. Khusus untuk Kodam Kasuari, berlaku ketentuan 80 persen untuk putera-puteri Papua dan 20 persen untuk nonPapua dalam setiap kali penerimaan calon bintara maupun tamtama TNI AD.

“ Saya kasih peluang besar untuk anak-anak Papua. Yang paling pokok itu kesehatan. Kalau tukang minum itu juga kesehatan terganggu. Jadi kalau yang dipulangkan itu pasti ada masalah kesehatan karena itu berbahaya bagi yang bersangkutan, “ ujar Wayangkau. (Nday)

To Top
error: Content is protected !!