DAERAH

Tangkap 6 Pembom Ikan di TNTC, Pospam Roon Ternyata Tak Punya Sarana untuk Patroli Laut

MANOKWARI – Kepala Distrik Roon Yefta Siregar mendorong Pemkab Teluk Wondama, Papua Barat juga instansi terkait lainnya penghargaan kepada personil Pospam (Pos Pengamanan) Roon atas keberhasilan menangkap pelaku pemboman ikan di kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih tepatnya di perairan Kepulauan Auri.

Seperti diketahui, Pospam Roon yang dipimpin Aipda Laode Nur Alam membekuk 6 orang nelayan asal Kabupaten Nabire yang kedapatan sedang menangkap ikan dengan menggunakan bom pada 6 Oktober lalu.
Ke-6 nelayan saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dalam waktu dekat akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manokwari. Penangkapan para pembom ikan tersebut menjadi yang pertama dan terbesar sejak Kabupaten Teluk Wondama berdiri pada 2003 silam.
Menurut Yefta, aktivitas penangkapan ikan memakai bahan peledak sudah sejak lama terjadi di wilayah Roon.

Namun demikian, masyarakat lokal setempat tidak mampu berbuat banyak lantaran tidak memiliki kemampuan juga sarana yang memadai untuk menghalau.

“Kami apresiasi anggota Pospam Roon yang mana berkomitmen untuk memberantas pelaku illegal fishing di Kepulauan Auri yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Wondama, “ kata Yefta pada saat kunjungan kerja bupati dan wakil bupati Teluk Wondama ke Distrik Roon, belum lama ini.

“Untuk itu kami harapkan anggota Pospam yang melaksanakan tugas dengan baik dapat diberikan reward berupa sarana dan prasarana patroli. Karena selama ini anggota melakukan patroli tidak memiliki sarana. Kami lakukan giliran setiap kampung (pinjam mereka masyarakat) di mana perahu yang digunakan tidak standar untuk bisa kejar pelaku pemboman ikan, “ lanjut alumni IPDN ini.

Komandan Pospam Roon Aipda Laode Nur Alam mengaku pihaknya memang tidak memiliki sarana untuk patroli. Bahkan kantor dan tempat tinggalpun sejauh ini belum tersedia.

“Waktu kita lakukan penangkapan itu perahu kita pinjam masyarakat punya. BBM juga dari distrik yang kasih atau kalau tidak, kita bon dulu baru kepala distrik yang nanti selesaikan (bayar). Jadi memang kita kesulitan buat patroli karena tidak ada sarana, “ ucap Laode. (Nday)

To Top
error: Content is protected !!