METRO

Perebutan Kursi Ketua DPRD Pegaf Diwarnai Aksi Blokade Jalan

PEGAF- Sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) pada Pemilu lalu, PDI Perjuangan berhak menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD periode 2019-2024. Kini, kader PDI Perjuangan saling sikut memperebutkan kursi 01 di DPRD tersebut.

Yustus Dowansiba yang juga sebagai ketua DPD PDIP Pegaf mengklaim dirinya berhak mendapatkan kursi pimpinan DPRD karena dirinya telah berpengalaman dan sudah menjadi kader sejak lama. Sementara, Onhy Nuham menyatakan dirinya berhak menjadi ketua karena perolehan suaranya lebih banyak dibandingkan dengan caleg lainnya.

Sejak ditetapkan oleh KPU, Yustus Dowansiba dan Onhy Nuham terus berebut kursi pimpinan. Terbaru dari perselihan mereka, pendukung Onhy Nuham memblokade jalan menuju ibukota Kabupaten Pegaf. Akibatnya, jalan Manokwari-Pegaf lumpuh total.

Dari spanduk yang dibentangkan oleh pendukung Onhy Nuham, mereka menuntut pimpinan PDIP pusat hingga Provinsi Papua Barat, datang dan menjelaskan kepada mereka terkait mekanisme pemilihan ketua DPRD di dalam partai berlambang banteng ini.

Kapolsek Anggi, Ipda Lukas Rosihol, membenarkan aksi pemalangan tersebut. Dijelaskan, bahwa aksi palang jalan oleh pendukung Onhy Nuham dilakukan tepat di Kampung Penibut, Distrik Hingk.

“Iya benar, tadi sekitar pukul 12:00 WIT, jalan menuju Anggi di palang oleh pendukung salah satu kader PDIP,” kata Lukas, dijumpai di Distrik Anggi, Senin (21/10/2019).

Dia mengatakan aksi pemblokadean jalan yang dilakukan oleh pendukung Onhy Nuham berawal dari adanya informasi yang menyatakan Yustus Dowansiba sudah diangkat menjadi ketua. Hal tersebut memancing amarah dari pendukung Onhy sehingga melakukan pemblokadean jalan menuju Distrik Anggi.

“Hasil komunikasi kami dengan Pak Onhy, bahwa yang mereka tuntut terkait perebutan Ketua DPRD Pegaf,” katanya.

Lukas menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, masalah tersebut bisa dibicarakan dan diselesaikan di dalam internal PDIP.

“Masalah ini sebenarnya adalah masalah internal partai, kejadian seperti ini banyak merugikan masyarakat umum,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, pihak kepolisian telah menjalin komunikasi dengan kedua kader PDIP itu. Selain itu, pihak kepolisian juga tetap menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota TNI Koramil 06 Anggi.

“Kami telah berkoordinasi dengan kedua belah pihak, Baik dari pak Onhy dan pak yustus. kami dari pihak keamanan mengharapkan kejadian ini dapat terselesaikan dengan baik, sehingga Kamtibmas dapat terjaga,” pungkasnya.(*)

To Top
error: Content is protected !!