TELUK WONDAMA

Warga Distrik Soug Wepu Tetap Ingin Jadi Bagian Kabupaten Teluk Wondama

WASIOR – Masyarakat Distrik Soug Wepu menyatakan tetap ingin menjadi bagian dari Kabupaten Teluk Wondama. Warga lima kampung di distrik setempat menolak bergabung dengan Kabupaten Manokwari Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Plt Kepala Distrik Soug Wepu, Tones Sayori kepada Bupati Teluk Wondama, Bernadus dan Wakil Bupati, Paulus Indubri saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah setempat, Sabtu (19/10/2019).

“Lima kampung yang ada di Distrik Soug Wepu kami tidak bersedia masuk di dalam wilayah Kabupaten Mansel (Manokwari Selatan) dan tetap menjadi bagian Kabupaten Teluk Wondama. Dan kami minta bupati lanjutkan ke Gubernur Papua Barat, “ kata Tones Sayori, pada acara tatap muka bupati dengan masyarakat di Kaprus, Ibukota Distrik Soug Wepu.

Penegasan serupa disampaikan Kepala Kampung Siresi, J. Sayori. Dia menyatakan warganya tidak ingin bergabung dengan dengan Kabupaten Mansel.

“Kami semua masyarakat lima kampung di Soug Wepu tetap ada di Wondama. Kami tidak mau dibawa-bawa kemana-mana lagi, “ ucap Sayori.

Distrik Soug Wepu memang terletak persis pada perbatasan antara Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Mansel. Sejauh ini tapal batas antara kedua kabupaten masih belum disepakati meski telah dilakukan pertemuan koordinasi beberapa kali yang difasilitasi Gubernur Papua Barat.

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Teluk Wondama Yulius Korowa menjelaskan, apabila merujuk pada UU Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Teluk Wondama dan UU Nomor 23 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Mansel, wilayah Sough Wepu yang dulunya merupakan bagian dari Distrik Rumberpon seharusnya merupakan bagian dari Teluk Wondama.

“Dari dua UU pembentukan kabupaten ini sudah terlihat jelas Soug Wepu bagian dari Wondama. Tapi Mansel masih berpegang pada lampiran UU mereka yang menyebut batas bagian selatan mereka ada di Yarmatum yang masuk dalam Sough Wepu ini yang membuat mereka masih bersikeras wilayah Soug Wepu masuk dalam Mansel, “ kata Korowa.

Dia menyebut, sejauh ini, tim penegasan batas daerah telah melakukan 16 kali pertemuan dengan pihak Mansel namun belum diperoleh kesepakatan. ( Nday)

To Top
error: Content is protected !!