DAERAH

Menuju Manokwari, Kontingen Pesparani Wondama Siap Ukir Kejutan Besar

WASIOR – Kontingen Pesparani Kabupaten Teluk Wondama bertekad meraih hasil terbaik pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I tingkat Provinsi Papua Barat di Manokwari.

Status gereja katolik di Wondama masih berupa stasi (belum menjadi paroki sendiri), tak menyurutkan semangat kontingen Wondama yang mewakili umat Stasi Santo Laurensius Wasior untuk bisa tampil gemilang.

“ Kita harapkan Wondama dapat hasil yang baik. Kita di Wondama kita masih stasi, walaupun status stasi umat kita betul-betul punya komitmen dan semangat untuk tampil dalam even Pesparani I Papua Barat. Kita harapkan Wondama bisa beri kejutan, “ kata Ketua LP3KD Kabupaten Teluk Wondama Maria Kamerop pada acara pelepasan kontingen Pesparani Wondama di gereja Santo Laurensius di Iriati, Wasior, Minggu (20/10/2019).

Kontingen Pesparani Kabupaten Teluk Wondama yang berkekuatan 60 orang dilepas secara resmi oleh Bupati Bernadus Imburi. Dari 11 mata lomba yang diperlombakan dalam Pesparani, kontingen asal Tanah Peradaban Orang Papua itu ambil bagian dalam 7 mata lomba.

Yaitu Paduan Suara Dewasa Campuran (30 orang), masmur anak (1 orang), masmur remaja (1 orang), masmur dewasa (1 orang), cerdas cermat alkitab anak (3 orang), cerdas cermat remaja 3 orang, dan bertutur kitab suci (1 orang).

Bupati Imburi juga mendoakan kontingen Pesparani bisa mencatatkan prestasi yang baik di Manokwari. Orang nomor satu Wondama ini berpesan agar status sebagai stasi tidak membuat kontingen Wondama merasa tidak percaya diri tetapi justru menjadi pelecut semangat untuk menyuguhkan yang terbaik.

“Status kita masih stasi tapi kita tetap semangat untuk ikuti kegiatan ini karena semua yang kita lakukan hanya untuk satu tujuan yaitu kemuliaan nama Tuhan, “ kata Imburi.

Bupati juga mengingatkan, semua iman Kristiani, menyanyi satu kali itu sama dengan berdoa dua kali. Oleh karena itu dia mengharapkan agar kontingen Wondama mempersiapkan diri karena tidak hanya demi meraih kemenangan tetapi yang terpenting adalah dengan menyanyi dengan baik untuk memuji dan memuliakan kebesaran nama Tuhan Sang Pencipta.

“Lembaga ini akan mewakili Pemda dan masyarakat dan gereja di Wondama. Semua orang tahu bahwa Orang Papua tahu menyanyi dengan baik itu pakai not itu dari sini (Aitumeiri). Jadi saya percaya anak-anak semua akan tampil baik, “ ucap orang nomor satu Wondama.

Adapun Pesparani I Provinsi Papua Barat berlangsung pada 23 – 26 Oktober di Manokwari. Rencananya forum yang mempertemukan kontingen dari semua kabupaten/kota se Papua Barat itu akan dibuka oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. (Nday)

To Top
error: Content is protected !!