METRO

Ketua MPR Papua Barat Minta Pembangunan Infrastruktur di Pegaf Dipercepat

PEGAF,- Ketua majelis rakyat Papua (MPR) Provinsi Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren, meminta pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur di pegaf.

Pasalnya daerah yang berdiri sejak tahun 2012 ini belum keluar dari keterisolasian daerah.

Demikian disampaikan oleh Maxsi saat ditemui usai menerima aspirasi masyarakat dalam masa reses sidang III Tahun 2019, di Distrik Sururey, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan di negeri kabut, merupakan pekerjaan rumah yang harus diprioritaskan oleh pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk memperlancar perputaran ekonomi masyarakat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dikerjakan oleh pemerintah dapat mendongkrak pengembangan pariwisata di negeri kabut ini, keindahan alam di Pegaf sudah banyak dikenal oleh khalayak luas, namun akses/jalan menuju daerah ini membuat wisatawan enggan datang menikmati panorama danau anggigiji (laki-laki) dan Anggigida (perempuan).

Maxsi mengungkapkan pada tahun ini, pemerintah Provinsi Papua Barat menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan ruas jalan dan jembatan. Dia menyebutkan ada dua ruas jalan (sururey-izim dan Anggigida-ransiki) yang saat ini sedang dikerjakan dan diharapkan rampung pada tahun depan.

“Butuh pembenahan ulang lagi dari pemerintah Papua Barat untuk pembangunan jalan trans ini, selain itu pembangunan ruas jalan antara pemukiman masyarakat juga harus dikejar oleh pemerintah daerah,” katanya.

iky

To Top
error: Content is protected !!