MANOKWARI

Kantor DPD Partai Golkar Dipalang, Massa Tuntut Perubahan Rekomendasi Pusat

MANOKWARI – Merasa kecewa dengan keputusan yang diambil DPP Partai Golkar puluhan massa yang diketahui merupakan keluarga salah satu Kader Partai melakukan aksi pemalangan Kantor DPD Partai Golkar Papua Barat, yang beralamat di Jalan. Jenderal Sudirman , no 50 manokwari, kamis (26/9/19).

Bertindak sebagai koordinator aksi Paulus Mansim yang sempat diwawancarai mengaku bahwa aksi ini dilakukan lantaran tidak setuju atas keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar, yang dinilai secara sepihak. Sementara rekomendasi yang diberikan DPP Partai Golkar telah menunjuk Norman Tambunan sebagai Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar.

“Rekomendasi yang diturunkan dari Pusat atas nama Norman Tambunan, maka atas dasar itu kami dari keluarga salah satu Kader atas nama Adrianus Mansim merasa tidak puas. Kenapa rekomendasi tersebut ada tanpa melalui duduk bersama keluarga atau kader, namun diam-diam Norman sudah dapatkan Rekomendasi itu.” Jelas Koordinator Aksi Paulus Mansim (26/9/19).

Paulus juga menambahkan Norman Tambunan dinilai belum layak mendapatkan Rekomendasi dalam jabatan Wakil Ketua I DPD Partai Golkar Papua Barat, karena bukan merupakan kader lama. Akan tetapi menurut dirinya, Adrianus mansim yang adalah merupakan salah satu Kader tertua dan telah berkiprah bersama Partai berlambang Pohon Beringin tersebut sejak tahun 90-an sepantasnya diperhitungkan.

“Yang kami tau beberapa Partai sudah melakukan pelantikan, sehingga timbul pertanyaan kenapa Golkar belum dan tiba-tiba ada rekomendasi dari pusat. Norman ini bukan kader militan karena baru saja bergabung, sebaiknya Partai juga harus melihat ada kader yang sudah lama.” Tambahnya.

“Saya harap Partai Golkar harus mempertimbangkan hal ini karena seharusnya ada keberpihakan kepada Orang Asli Papua (OAP). Pungkasnya.

Dalam pantauan media ini saat memasang beberapa spanduk yang berisikan sejumlah tuntutan, massa kemudian memalang Kantor DPD Partai Golkar menggunakan bambu.(sgf)

To Top
error: Content is protected !!