METRO

Biografi Alm. Bram Atururi Gubernur Papua Barat Pertama

MANOKWARI- Setelah mengabdi selama belasan tahun di Provinsi Papua Barat, banyak prestasi yang telah ditorehkan almarhum Abraham Oktavianus Atururi. berikut biografi singkat gubernur pertama Papua Barat, yang dijuluki rakyat sebagai bapak pembangunan ini.

Brigjen Marinir TNI (Purn) Abraham Oktavianus Atururi, dilahirkan di Serui Provinsi Papua pada tanggal 13 oktober 1950. Abraham Atururi atau yang akrab dengan sapaan Bram adalah salah satu tokoh pejuang lahirnya provinsi Irian Jaya Barat yang kini telah berubah nama menjadi Papua Barat. Saat itu suami dari Julieta Ximenes ini ditunjuk oleh Mendagri atas nama Presiden RI sebagai penjabat gubernur Irian Jaya Barat periode 2003-2005. Pada Tahun 2006, almarhum Bram yang maju sebagai calon Gubernur Irian Jaya Barat berpasangan dengan almarhum Rahimin Katjong akhirnya menang dan dilantik sebagai Gubernur Irian Jaya Barat pertama hingga Tahun 2011. Tak puas membangun Papua Barat di satu periode, Bram kembali maju untuk periode kedua sebagai calon incumbent bersama pasangannya Rahimin Katjong yang disingkat BAKAT, pada tahun 2011. Alhasil, pasangan BAKAT kembali terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Papua Barat untuk periode 2012-2017. Sebelum menjadi gubernur Papua Barat, Bram Atururi pernah menjabat sebagai Bupati Sorong periode 1992 hingga 1997 dan wakil gubernur Iran Jaya kala itu periode 1996 hingga Tahun 2000.

Bram terpilih sebagai gubernur pertama pada Tahun 2003, ketika terbentuknya Provinsi Papua Barat, selanjutnya ia digantikan oleh Timbul Pudjianto sebagai penjabat gubernur, karena kala itu Bram mengundurkan diri untuk ikut dalam pemilihan kepala daerah Papua Barat.

Abraham Oktavianus Atururi mengawali kariernya sebagai anggota prajurit TNI Angkatan Laut sebagai lulusan AKABRI. Selain itu, Bram juga pernah berkarir dalam organisasi dengan menjabat sebagai wakil ketua KONI Irian Jaya, ketua Palang Merah Indonesia(PMI) Irian Jaya, Ketua KONI Papua Barat, serta ketua umum MABIDA Papua Barat.

Berbagai prestasi pembangunan telah berhasil dicapai oleh Abraham Oktavianus Atururi. Selama Papua Barat berdiri hingga berusia 17 tahun, banyak kerja nyata telah dihasilkannya, seperti pembangunan jalan trans Sorong Manokwari, pembangunan pabrik semen Maruni, membangun kompleks perkantoran pemerintahan provinsi di Bukit Arfai, hingga mencanangkan Papua Barat sebagai provinsi Konservasi.

Selain itu berbagai kemajuan dari berbagai bidang juga telah dirasakan oleh masyarakat Papua Barat atas berkat kerja keras dan perjuangan sang jenderal ini. Atas catatan prestasi-prestasi tersebut, Bram telah dinobatkan sebagai pace pembangunan pada 12 Oktober 2016 bertepatan dengan upacara peringatan HUT Provinsi Papua Barat yang ke 17 tahun.

Pepatah mengatakan, dibalik sosok yang hebat pasti ada wanita tangguh dibelakangnya. Bram menikah dengan Julieta Ximenes dan dikarunia lima orang anak. Tepat pada 13 Oktober 2019, Bram Atururi akan menjajaki usianya yang ke 69 tahun. Namun tinggal beberapa hari lagi memasuki hari ulang tahunya, Bram tutup usia pada Jumat 20 September 2019 di RSAL Manokwari. bukan usia yang muda, meski diusianya yang boleh dibilang senja, yakni 67 tahun pada tahun 2017 lalu, Bram tetap menjalankan roda pemerintahan dan berusaha memimpin serta memberikan yang terbaik bagi Provinsi Papua Barat di akhir masa jabatannya pada Tanggal 17 Januari 2017.

Dalam sebuah buku yang berjudul Papua Barat Memasuki Dekade Kedua Pembangunan, Bram pernah menulis, Papua Barat merupakan sebuah Surga kecil yang jatuh dari langit, sehingga harus dijaga dan dirawat oleh masyarakatnya. Setelah melewati perjalan yang panjang, dalam buku tersebut Bram mengatakan, tidak semua pikiran dan perasaan dapat diungkapkan dengan jalinan kata. Ungkapan sio ya Tuhan terima kasih dalam syair lagu tanah Papua, telah mewakili perasaannya selama memimpin provinsi Papua Barat.

Peristiwa meninggalnya Gubernur Papua Barat pertama, Abraham Oktavianus Atururi, tentu membawa duka mendalam bagi masyarakat di tanah Papua.

Selamat jalan pace pembangunan, jasa-jasamu akan selalu dikenang dan terpatri dalam sejarah Papua Barat. (Smn)

To Top
error: Content is protected !!