MANOKWARI

Polda PB Bakal Lokalisir Demonstran, Tiga Titik di Manokwari Jadi Atensi

MANOKWARI—Guna mengantisipasi adanya aksi demonstrasi yang berujung anarkis, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat bakal melokalisir para pihak yang akan melakukan demonstrasi. Ada tiga titik di dalam kota Manokwari jadi atensi pihak kepolisian.

“Tiga titik menjadi perhatian pengamanan baik itu di Amban Fanindi, dan Sanggeng. Personel Polres Manokwari dan Brimob sudah disiagakan. Tidak lagi ada demo dengan long march maupun pawai. Itu sudah ditegaskan oleh pak kapolda,” kata Kabid Humas Polda PB, AKBP Mathias Krey, Senin (2/9/2019).

Menurut Mathias Krey, upaya lokalisir tidak bermaksud membatasi penyampaian aspirasi. Akan tetapi mengantisipasi situasi dan kondisi, agar kejadian pada 19 Agustus lalu tidak kembali terjadi. Di mana, demonstrasi yang berlangnsung itu berujung dengan kerusuhan sehingga menimbulkan kerusakan parah di Manokwari.

“Kalau mereka diizinkan dengan pertimbangan situasi yang ada. Kalau diijinkan juga mereka harus pakai kendaraan untuk diangkut ke lokasi demonstrasi. Jadi tidak ada long march atau jalan kaki,” ujarnya.

Mathias Krey belum banyak memberikan penjelasan terkait dengan isu demonstrasi yang sudah bergeser dari kasus rasisme di Surabaya dan Malang ke arah ideologi Papua Merdeka. Ia mengimbau, masyarakat tidak perlu terprovokasi dan tidak ikut-ikutan dengan hasutan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Apabila ikut-ikutan dan berbuat kesalahan atau membuat tindak pidana, maka yang rugi adalah diri sendiri. Bukan oknum-oknum itu. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat supaya tetap tenang tetap bijaksana dalam mengambil keputusan,” pesan Mathias Krey.

“Kami berharap dan mohon untuk jangan ikut-ikutan. Ada selebaran-selebaran yang sedang beredar, itu jangan ikut-ikutan. Selebaran itu menyesatkan sekali ya, jadi masyarakat aktivitas seperti biasa yang mau ke kantor ke kebun, nelayan silahkan daripada mengikut penghasutan itu,” sambungnya.

Mathias Krey menambahkan, Kapolda Papua Barat telah mengeluarkan maklumat tentang tata cara penyampaian pendapat di muka umum. Maklumat tersebut juga telah disebarluaskan agar menjadi perhatian semua lapisan masyarakat.

“Puji Tuhan sampai saat ini kita normal, kita kembali aktif seperti biasa. Semua kondusif, baik Sorong, Fakfak maupun Manokwari,” tutupnya. (ALF)

To Top