MANOKWARI

Telkomsel Manokwari Akui Banyak Terima Keluhan Pelanggan

Pemimpin Telkomsel Manokwari masing-masing, Abdul Kadir, Supevisor SCO, Budi Setiawan, Supervisor Shop, Supervisor RTPO, Fahri

MANOKWARI–Kementerian Komunikasi dan Informasi memblokir layanan data atau koneksi internet di Wilayah Papua dan Papua Barat sejak 19 Agustus lalu.

Terhitung kurang lebih sudah 13 hari sejak saat itu, hingga kini layanan internet tidak bisa diakses melalui jaringan seluler maupun wifi indihome.

Supervisor Consumen Sales Operation (CSO) Telkomsel Manokwari, Abdul Kadir mengatakan, pasca-pemblokiran layanan data atau internet pihaknya menerima banyak complain yang disampaikan pelanggan.

“Untuk dunia usaha belum ada yang menyampaikan keluhan. Keluhan dari perorangan itu setiap hari ada. Menurut kami ini kan, kebijakan pemerintah. Mereka (dunia usaha, red) tahu. Jadi sebelum komplain mereka bisa membaca yang punya kebijakan ini telkomsel atau pemerintah,” ujar Kadir.

Kadir mengonfirmasi juga soal paket data pelanggan telkomsel di wilayah Papua dan Papua Barat ada jaminan untuk diperpanjang masa aktifnya.
Meski demikian, soal kriteria atau detail pelanggan yang bisa mendapatkan kompensasi tersebut hingga kini belum diketahui juga. Pasca-unjuk rasa yang berakhir rusuh juga mengakibatkan kerusakan di beberapa sisi kantor telkomsel.

“Untuk hal itu kami belum tahu. Yang tentu syarat dan ketentuan berlaku,” katanya.

Menurut Kadir, kerusakan tersebut tidak mempengaruhi pelayanan.

“Senin kerusuhan, Kamis siang kami sudah buka pelayanan. 2 hari kami tutup pelayanan,” ujarnya.

Supervisor Radio Transport Power Operation (RTPO), Fahri mengatakan, diketahui ada pemberitahuan dari Kemenkominfo, untuk sementara layanan data dibatasi. Tetapi untuk invoice dan sms masih lancar digunakan.

“Telkomsel mengikuti arahan dari kemenkominfo tetapi yang melakukan pemblokiran itu dari telkomsel pusat di Jakarta. Kami di sini ikut saja,” ujarnya.

“Soal batas waktu kami belum tahu tergantung dari pusat. Pembatasan data dilakukan dari pusat oleh telkomsel Jakarta, untuk area-area di Papua dan Papua Barat,” sambungnya.

Menyoal adanya beberapa daerah yang masih bisa mengakses layanan data atau internet, seperti di Kabupaten Manokwari Selatan. Ia mengatakan, hal itu dikontrol langsung oleh telkomsel Jakarta.

“Kalau pertimbangannya kami nggak tahu, kami tidak sampai disitu, mengikuti saja. Kalau dari sana (Jakarta, red) yang melakukan pemblokiran mungkin ada pertimbangan lain lagi. Informasi dari kami itu seperti apa yang kami lihat dan rasakan, itu yang kami laporkan,” ujarnya.

Supervisor Shop Manokwari, Budi Setiawan menambahkan, untuk pengaktifan komunikasi data masih menunggu keputusan dari kominfo.

“Telkomsel senantiasa tunduk pada peraturan pemerintah. Jadi pembatasan jaringan itu aturan dari kominfo,” tutupnya. (ALF/*)

To Top
error: Content is protected !!