DAERAH

10 Puskesmas Di Pegaf Masih Kekurangan Tenaga Medis

Pegaf,- Kepala Biro SDM Dinas Kesehatan Kabupaten Pegaf, Tabita Dowansiba, mengatakan sebanyak 10 Puskesmas di Pegaf masih kekurangan tenaga medis.

Meski enggan membeberkan jumlah pasti kekurangan petugas yang dimaksud, Tabita mengakui jumlah tenaga medis di Pegaf masih sangat kurang.

“Jumlah tenaga medis yang bertugas saat ini di 10 Puskesmas hanya berjumlah puluhan, sementara kami butuh ratusan petugas,” kata Tabita Dowansiba, saat ditemui wartawan di Anggi, Senin (24/6/2019).

Tabita menjelaskan bahwa meski Tahun ini, Pegaf mendapatkan kouta CPNS sebanyak 104 kursi, namun jumlah formasi tenaga medis sangat kurang.

Kendala lainnya, banyak formasi tenaga medis yang tersedia pada pendaftaran CPNS formasi tahun 2018 tidak memiliki pendaftar. Sebut saja formasi Dokter Umum, dari 10 orang yang dibutuhkan, hanya satu orang yang mendaftar.

Di sisi lain, Tenaga Analis Kesehatan, Ahli Gizi, dan juga Apoteker sampai saat ini belum ada di 10 puskesmas di daerah ini. Sementara Dokter umum hanya ada di beberapa puskesmas seperti puskesmas Anggi, Sururey, Hing, dan puskesmas Taige.

“Beberapa posisi kurang peminat, yang daftar CPNS juga sudah terhitung sebagai tenaga honorer di masing-masing puskesmas, jadi decara matematis tidak ada penambahan tenaga medis,” terang Tabita.

Atas kekurangan tersebut, kata Tabita pihaknya akan bekerjasama sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat tercapai dengan maksimal. “Kami mungkin akan bekerjasama dengan Indonesia sehat,” katanya.

Lanjut Tabita mengatakan, pada Tahun 2019 pemerintah provinsi Papua Barat melalui program Papua barat sehat membantu 4 puskesmas. Namun tenaga medis tersebut hanya dikontrak selama 6 bulan atau hanya sampai akhir tahun ini.

“4 puskesmas yang mendapat bantuan dari Papua sehat adalah puskesmas Membey, didohu, catubo dan testega,” katanya.

Tabita menambahkan, Dinas kesehatan Pegaf melalui 10 puskesmas pada tahun ini telah merekrut beberapa tenaga medis (non PNS), namun jumlah hanya bisa dihitung dengan jari karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

To Top
error: Content is protected !!