DAERAH

Pulangkan Tambrauw, U-14 Wondama Juara Grup

MANOKWARI – Tim U-14 Kabupaten Teluk Wondama memastikan satu tiket babak semifinal liga pelajar U-14 dan U-16 Piala Menpora dan Piala Gubernur Papua Barat di Manokwari.

Tiket babak 4 besar diraih setelah tim berisikan para pelajar SMP itu menahan imbang tim Kaimana 1-1 pada Kamis pagi serta menang 2-1 atas tim Kabupaten Tambrauw pada Kamis sore (20/6) di lapangan Biryosi Manokwari.

Hasil tersebut membuat tim U-14 Wondama meraih nilai 7 sekaligus mengantarkan tim dari Bumi Sasar Wondama itu tampi sebagai juara grup B.

“Untuk U-14 kita cukup bangga karena mereka bisa menjadi juara grup. Harapannya semoga mereka bisa melaju terus ke final bahkan bisa menjadi juara, “ ujar manajer tim Wondama Semuel Kandami.

Hasil berbeda dicatatkan tim U-16 yang gagal melangkah ke babak semifinal setelah pada pertandingan terakhir kalah 1-2 dari Kabupaten Sorong. Pada laga yang digelar di lapangan Borarsi Manokwari, Kamis sore, anak-anak Wondama sepertinya sedang tidak dipayungi keberuntungan.

Beberapa kali peluang matang yang diperoleh gagal menjadi gol. Tercatat ada 2 peluang sempurna yang tercipta di babak kedua namun tidak berbuah gol karena bola membentur mistar gawang.

Tim U-16 dipastikan terhenti di babak penyisihan grup lantaran hanya mengumpulkan nilai 1 hasil seri sewaktu melawan Kabupaten Sorong Selatan. Tiket ke semifinal dari grup menjadi milik Kabupaten Sorong Selatan yang memimpin dengan nilai 4 serta Kabupaten Sorong dengan nilai 3.

Ditemui usai pertandingan pelatih tim U-16 Rafael Sanda mengkritik wasit Laludi yang dinilai tidak memimpin pertandingan secara adil. Banyak keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Wondama.

“Wasit tidak fair, banyak keputusan yang tidak tepat sehingga sangat merugikan kita, “ ujar Rafael yang merasa kecewa namun tetap mengakui kekalahan timnya.

Di sisi lain, Sem Kandami juga mempersoalkan inkonsistensi panitia pelaksana dalam penetapan jadwal serta komposisi tim dalam grup. Hal tersebut menurut Kandami telah berpengaruh kepada persiapan tim Wondama.

“Sebagai contoh Kabupaten Sorong itu dia baru datang satu hari setelah pertandingan pertama. Dari awal kita sepakati kalau ada tim yang tidak datang sejak awal di WO saja atau didiskualifikasi, “ ujar Kandami.

“Tetapi ternyata Kabupaten Sorong yang harusnya kita lawan di pertandingan pertama diganti dengan Sorong Selatan. Baru di pertandingan kedua mereka lawan kita. Padahal kita harusnya menang WO pada pertandingan pertama tetapi panitia rubah jadwal jadi kita benar-benar dirugikan, “ lanjut mantan pemain Perseman Manokwari. (Nday)

To Top
error: Content is protected !!