METRO

Warga Rumberpon Tidak Puas, Listrik Solar Sel Hanya Menyala Tiga Jam Sehari

WASIOR kabartimur- Warga masyarakat distrik Rumberpon, Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat mengeluhkan tidak maksimalnya layanan listrik tenaga surya (solar sel) yang dibangun Pemda setempat bersama PT. PLN Persero di kampung Yembikiri.

Warga merasa tidak puas karena listrik hanya menyala beberapa jam saja pada malam hari. Terkadang hanya menyala dua atau tiga jam dari pukul 18.00 hingga 21.00 WIT kemudian padam.

Daya listrik dari solar sel juga tidak seberapa sehingga hanya bisa untuk penerangan saja sehingga tidak mampu untuk mengoperasikan perangkat elektronik seperti TV, kulkas dan lainnya. Padahal listrik tidak dinikmati secara cuma-cuma namun dengan sistim prabayar lewat isi ulang pulsa.

Karena itu, warga mendesak Pemda bersama PLN secepatnya mengoperasikan listrik bertenaga diesel (PLTD) yang juga sudah terbangun di kampung setempat. Sejak dua tahun lalu, satu unit generator pembangkit (genset) telah disiapkan untuk kebutuhan listrik bagi tiga kampung di Rumberpon yakni Yembekiri I, Yembekiri II dan Watitindao.

“Solar sel ini hanya tahan dua tiga jam saja padam. Jadi selama ini kami pikir-pikir genset ini Pemda kasih untuk simpan saja kah atau bagaimana,“ kata Yosep M, tokoh masyarakat kampung Yembekiri belum lama ini.

“Kami dari tiga kampung ini harapkan pakai genset. Kalau genset bisa gunakan listrik untuk banyak hal seperti kulkas dan TV. Selama ini kami ambil ikan tidak bisa tahan karena kulkas tidak berfungsi. Kadi kami harap pemda segera operasikan genset supaya masyarakat rasakan guna dari genset ini daripada datang hanya jadi bunga saja, “ lanjut Yosep.

Harapan senada juga disampaikan Kepala Distrik Rumberpon Mesak Torey. Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindagkop Teluk Wondama Ekbertson Karubuy ditemui di kantor bupati di Isei, Senin (25/6/2018) menjelaskan, pembangunan jaringan listrik di distrik Rumberpon merupakan bagian dari program Indonesia Terang yang digulirkan pemerintah pusat.

Untuk daerah terpencil dan terluar seperti distrik Rumberpon, jaringan listrik memang dibuat satu paket yakni solar sel dengan listrik tenaga diesel menggunakan generator pembangkit.

Tujuan agar masyarakat tetap bisa menikmati listrik meskipun pasokan BBM terhambat. Saat BBM belum masuk yang beroperasi adalah solar sel. Manakala BBM sudah ada PLTD yang dioperasikan. Demikian seterusnya.

Ekber mengakui, pembangunan jaringan solar sel dan PLTD di Rumberpon sudah selesai. Namun selama ini, PLTD belum bisa beroperasi lantaran belum dilakukan hibah mesin genset berikutnya jaringan kabel yang dibiayai Pemda kepada pihak PLN.

“Sudah sejak 2 tahun lalu dibangun namun belum bisa dihibahkan karena pihak ketiga belum selesaikan pekerjaan. Tapi bulan ini sudah selesai jadi saya akan koordinasi dengan PLN untuk kasih nyala generator supaya nanti bisa jalan dua-duanya, “ ujar Ekber. (Nday)

To Top
error: Content is protected !!