METRO

Soal Tapal Batas, Dewan Adat Yaben Tuding Pemda Sorsel Tidak Serius

TEMINABUAN- Dewan Adat Saigi Yaben, Ketua Adat Suku Saifi Yaben tuding pemda Sorsel tidak serius menyelesaikan sejumlah permasalahan tapal batas wilayah adat di kabupaten Sorong Selatan.

Kekesalan ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Adat Suku Saifi Yaben Kabupaten Sorong Selatan, Yoel Sesa saat Melakukan Jumpa pers Selasa, (19/6/2018) di Kikiso, Distrik Teminabuan.

” Contohnya, masalah tapal batas wilayah Adat “Botaen” yang berkonflik dengan Kabupaten Sorong ini sudah berlarut-larut sejak tahun 1998 sampai sekarang tahun 2018 ini namun seakan-akan pemerintah Kabupaten menutup Mata akan persoalan, ” kesal Yoel Sesa Saifi Yaben.

Yoel mengatakan, sejak tahun 1998 hingga Pemekaran Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2005, Bupati Sorsel kala itu, Drs. Ottow Ihalauw, meski memimpin selama dua Periode tidak berhasil menyelesaikan persoalan tapal batas yang dimaksud.

Memasuki Periode Ketiga pemerintahan Kabupaten Sorong Selatan, bupati Samsudin Anggiluli, SE, juga dinilai belum mampu menyelesaikan masalah tapal batas wilayah adat.

“Kami telah mengusulkan proposal meminta bantuan Pemda memfasilitasi penyelesaian tapal batas, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan baik dari Pemda setempat, ” sesal Yoel.

“Yoel mengaku telah membentuk panitia untuk mempertemuan Masyarakat Adat Tehit dan Masyarakat Adat Moy dan Klabra. Khusus untuk Masyarakat Tehit, Ada Lima (5) Distrik yang akan dihadirkan yakni distrik Saifi sebagai tuan rumah, distrik Seremuk, dan distrik Konda, distrik Sawiyat, dan distrik Salkma.

Dirinya berharap pemda Sorsel serius membantu penyelesaian masalah tapal batas masyarakat adat. Dia mengaku masyarakat mulai jenuh terus mendatangi kantor bupati tiap hari terhitung sejak bulan Maret hingga bulan Juni, tanpa ada respon baik dari pemda Sorsel.

” Pemda Sorsel telah memberi bantuan dana, namun jumlahnya sangat kecil untuk menjalankan kegiatan besar ini, ” pungkas Yoel.

To Top
error: Content is protected !!