METRO

Oknum Aparat Diduga Tembak Nelayan di Kota Sorong

SORONG—Seorang nelayan di kota Sorong menderita luka tembak di bagian perut yang diduga dilakukan oleh oknum TNI dan Brimob kota Sorong. Kejadian tadi pagi di jembatan Puri, Jalan Jenderal Sudirman (Jalan Batuĺ), Rabu pagi 14 Junib2018.

Ditemui Kabartimur.com pagi tadi, FK, korban penembakan menjelaskan kronologis kejadian yang menimpanya.

Menurutnya, pukul 06.00 pagi, korban bersama empat orang teman hendak bekerja di pelabuhan, tiba-tiba muncul dua orang aparat ,Brimob dan anggota TNI menghampiri mereka dan melarang mereka berkerja di pelabuhan.

“Mereka (anggota-red) berkata pada kami bahwa mereka yang seharusnya bekerja disitu dan menagih satu perahu nelayan dengan harga Rp.300,000/ perahu” ujar Korban.

Korban mengaku tidak terima dengan perkataan aparat tersebut, yang berujung adu mulut antara korban dan aparat.

“ Salah satu oknum anggota TNI memukul kepala saya dan satu Brimob memukul kaki menggunakan senjata, saya mencoba untuk melawan namun tidak berdaya karena oknum Brimob ini mulai kokan senjata dan mengeluarkan tembakan” aku korban.

“Akhirnya saya terpaksa harus menyelamatkan diri dengan cara berlari menuju laut, dan sekian banyak tembakan yang dikeluarkan namun satu peluru yang kena dibagian perut saya. Untung saya lari dan lompat ke laut jadi selamat,” tambah korban.

Akibat luka yang diderita, saat ini korban tengah dirawat di rumah sakit TNI Angkatan Laut untuk Mendapatkan perawatan medis.

Menyikapi peristiwa Itu, Ketua Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, Paul Finsen Mayor menyayangkan peristiwa brutal yang dilakukan oleh aparat keamanan yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyrakat.

“ Saya sangat menyayangkan aksi brutal yang dilakukan oleh kedua oknum anggota TNI dan Polri Itu. Kami telah Melakukan advokasi dugaan penembakan ini dan apabila sesuai dengan apa yang diungkapkan korban, maka sebagai Ketua Dewan Adat, saya meminta untuk proses hukum karena telah terjadi sebuah pelanggara HAM. ” tegas Finsen

Kapolres Kota Sorong, AKBP Dewa Made Sidan yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.

Dia mengatakan pihaknya sementara dalam pemeriksaan saksi untuk mengungkap kebenaran kasus tersebut.(DIY)

To Top
error: Content is protected !!