MANOKWARI

Harga Tiket Meroket, Ombudsman PB Minta Pemerintah Turun Tangan

MANOKWARI-KABARTIMUR Harga Tiket jelang lebaran meroket, Ombudsman perwakilan Papua Barat minta pemerintah daerah segera turun tangan. Hal ini ditegaskan Yunus Kaipman, Asisten Bidang Pengawasan Ombudsman Papua Barat.

Yunus Kaipman menilai harga tiket maskapai menjelang lebaran sudah sangat melewati batas normal. Dirinya minta Pemerintah Daerah Papua Barat lewat Dinas Perhubungan turun lapangan melakukam pemantauan dan bersikap tegas memberi sangsi jika ternyata maskapai penerbangan memainkan harga tiket pesawat saat arus mudik Lebaran.

Yunus juga meminta DPR RI dan menteri menyikapi keluhan sejumlah rakyat yang terkesan dimainkan setiap tahun dan belum adanya kejelasan mengenai regulasi tersebut.

“Menurut saya harga tiket pesawat naik itu tidak sesuai dengan harga normal dan biasanya ini harus di sikapi dengan bijak oleh DPR RI dan Menteri karena kebijakan menaikan tarif pesawat penerbagangan seolah olah di mainkan setiap tahun dan belum ada kejelasan terhadap harga” kata Yunus kepada kabartimur.com melalui pesan singkatnya sabtu, 9 Juni 2018.

Yunus berharap tidak terjadi kesenjangan mencolok terkait harga tiket di wilayah Papua dan pulau Jawa.

Sebelumnya, salah satu warga pengguna jasa penerbangan di Manokwari, Lina, sangat mengeluhkan mahalnya harga tiket penerbangan pesawat tujuan Manokwari ke wilayah indonesia tengah dan barat.

Menurutnya, tiket kelas ekonomi untuk penerbangan dari Manokwari ke Makassar, pada H-7 sebelum Idul Fitri harga meroket 6 juta lebih untuk kelas ekonomi, padahal biasanya berkisar 1 juta lebih.

Sementara itu, hal yang sama disampaikan Agus yang berencana mudik lebaran ke Surabaya mengatakan, harga tiket menjelang lebaran sangat fantastis. Dirinya menduga ada permainan harga tiket. Dia minta pihak Dinas Perhubungan segera turun tangan merespon apa yang menjadi keluhan warga masyarakat khususnya mendekati hari raya Idul Fitri.

To Top
error: Content is protected !!