DAERAH

Masih Banyak Warga Enrekang Belum Mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

KABARTIMUR ENREKAANG-Kabupaten Enrekang masih membutuhkan penambahan kuota Kartu Indonesia Sehat (KIS), menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang, untuk tahun 2017 sekitar 28.000 ribu masyarakat Enrekang yang belum mengantongi Kis termasuk warga yang tidak masuk dalam kategori miskin yang belum mengurus BPJS mandiri.

 

Untuk menanggulangi kekurangan tersebut Pemerintah Kabupaten Enrekang telah menganggarkan 10.000 ribu kis untuk tahun anggaran 2018 yang anggarannya ditaksir sekitar 2,3 milyar, dengan menggunakan dana murni APBD,  berhubung tidak ada lagi dana shering dari Pemerintah Propinsi Sulawesi Selatan.

 

“Kabupaten Enrekang masih butuh penambahan kuota KIS sekitar 10.000 untuk tahun 2018)”.

 

Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Kabupaten Enrekang, Sutrisno,  yang juga akrab disapa Puang Inno diruang kerjanya Kamis, 28 Maret 2018.

 

Sutrisno juga mengatakan bahwa, untuk mencapai target 100 persen, untuk memberikan perlindungan Kesehatan kepada masyarakat Massenrempulu, dirinya mendorong, dinas Sosial untuk kembali mengusulkan penambahan kuota penerima Kis ke tim anggaran pada tahun anggaran berikutnya.

 

“Mudah2an tim anggaran di DPRD dapat menyetujui permohonan tersebut, maka dipastikan tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak mengantongi Kartu Indonwsia Sehat (Kis)”harap Sutrisno yang juga mantan Kabid BPBD urusan Logistik.

 

Kepala Bidang PKM, Diskes Enrekang,  Abd. Malik,  juga mengharapkan kepada masyarakat untuk membantu memberikan informasi apabila masih ada warga yang belum mendapatkan Kis,  terutama bagi warga yang mempunyai penyakit kronis seperti orang gila, dan penyandang disabel.

 

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk proaktif mamberikan informasi kalau masih ada warga yang kurang mampu belum punya KIS, utamanya bagi warga yang punya keterbatasan seperti orang gila itu yang kita prioritaskan”tutup Abd. Malik. (Zaini).

To Top
error: Content is protected !!