HUKUM DAN KRIMINAL

Ngaku Petugas PLN, Tipu Warga Rp1,3 Juta

Masyarakat harus lebih ekstra berhati-hati dengan segala bentuk modus penipuan yang dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya seperti yang dialami oleh seorang warga bernama Saipul Sambe (29), warga Burung-burung , Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa ini. Dia menjadi korban penipuan oleh seorang laki-laki yang mengaku bernama Hamid pada hari Jumat 11 Desember 2015, dimana pelaku mengaku sebagai petugas PLN yang akan memasang instalasi listrik dirumah korban. Saat itu pelaku menggunakan motor Yamaha Mio Soul warna ungu dengan nomor polisi DD 5225 QS. Pelaku mendatangi rumah korban dan mengaku sebagai pegawai PLN yang sedang melakukan pemasangan instalasi disalah satu perumahan yang tak jauh dari rumah korban. Hal tersebut diungkapkan kakak ipar korban bernama Agus yang dihubungi via phonsel. “Dia mengaku memenangkan tender pemasangan isntalasi di perumahan yang berdekatan dengan kantor Camat Pattalassang” ujar Agus.
Korban yang tergiur dengan tawaran pelaku, seketika menanggapi penawaran pemasangan instalasi listrik dirumahnya dengan budget pemasangan sebesar Rp3,1 juta. Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya korban menyerahkan uang tunai sesuai kesepakatan. Selanjutnya sekitar pukul 15.00 Wita, korban bersama kakak ipar dan pelaku menuju ke toko bahan bangunan di jalan Toddopuli untuk membeli bahan perlengkapan instalasi listrik. Saat itu, kakak ipar korban yang merasa curiga meninggalkan korban bersama pelaku di toko bahan bangunan untuk mengecek ke kantor PLN tentang kebenaran status pelaku. Namun, pihak PLN tidak mengenal orang yang dimaksud kakak ipar korban. Merasa khawatir akan terjadi sesuatu pada adik iparnya. Saat itu juga Agus menghubungi adik iparnya. Alhasil, dugaan Agus terbukti setelah mendengar jika korban sudah menyerahkan uang tunai kepada pelaku dan langsung menghilang. “Adik ipar saya langsung kutelpon. Saat saya diberitahu kalau tidak ada pegawai PLN yang bernama Hamid. Tapi waktu saya telpon ki adik iparku, ternyata pelaku sudah pergi dengan membawa uang tunai 3,1 juta dengan alasan pergi mencari bahan instalasi listrik di toko lainnya dan meninggalkan adik ipar saya sendirian”, tutur Agus.
Merasa menjadi korban penipuan, akhirnya keduanya melaporkan kasus tersebut ke kantor Mapolsekta Panakkukang. “Betul ada kasus penipuan dengan bermodus pura-pura menawarkan pemasangan instalasi listrik dan mengaku sebagai pegawai PLN atas nama Hamid, kami sudah buatkan laporan polisinya dan sudah dibuatkan BAP oleh penyidik unit Reskrim Polsek Panakkukang guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut’ ujar anggota SPKT Bripka Anwar.

To Top
error: Content is protected !!