TELUK WONDAMA

Banjir Wasior, 66 Rumah dan Kios Rusak Parah Terendam Lumpur Pekat

WASIOR – Sedikitnya 66 unit rumah dan kios di kota Wasior, kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dilaporkan mengalami rusak ringan dan berat akibat banjir yang terjadi Senin malam. Sebagian besar disebabkan tumpukan material lumpur yang menggenangi rumah hingga mencapai ketinggian 25 cm.

Kepala Distrik Wasior Anthonius Alex Marani dihubungi melalui telepon Selasa pagi menuturkan, hingga pukul 09.00 WIT belum ada laporan tentang adanya korban jiwa maupun yang mengalami luka. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta.

“Sementara data di tangan saya ada 66 rumah yang kena. Semuanya ‘berlabuh’ (tergenang) karena lumpur masuk jadi barang-barang rusak semua termasuk kios-kios itu tidak ada barang yang selamat,” kata Alex. Kelurahan Wasior dan Kampung Wasior II merupakan dua wilayah dalam kota Wasior yang terdampak banjir akibat luapan Kali Anggris. Luapan dipicu jebolnya tanggul pembatas kali menyusul hujan lebat yang terjadi sejak Senin sore.

“Jembatan Kali Anggris itu sudah penuh dengan pasir jadi air meluap keluar. Bapak Bupati sudah perintahkan Dinas PU keruk tapi belum dikeruk juga makanya meluap, “jelas Alex. Meskipun tidak berlangsung lama, banjir yang kembali berulang itu membuat warga kota Wasior ketakutan dan kembali dihantaui trauma lantaran pada 2010 dan 2013 pernah terjadi banjir bandang dashyat yang merenggut ratusan korban jiwa.

“Kami tadi malam mengungsi di Masjid (Al Fallah Wasior) karena takut terjadi banjir besar lagi, “kata Nur Keres, warga yang tinggal di bantaran Kali Anggris. Adapun pada Selasa pagi, aliran air di Kali Anggris sudah kembali normal.

Tidak ada lagi luapan air. Tim gabungan dari Pemda, Basarnas dan TNI/Polri rencananya akan melakukan pembersihan kawasan yang terdampak pada Selasa pagi.

“Kali sudah normal dan sudah alat berat yang stanby. Tapi harus ditutup yang jebol itu dulu karena kalau hujan lagi bisa banjir kembali, ” kata Alex menambahkan. (Nday)

To Top